• Nama Karya Budaya: Kain Lipat 44
  • Kab/Kota: Kab. Lingga
  • Kode Penetapan: 2019 - 2019
  • Status: masih bertahan
Domain Karya Budaya

Kemahiran Kerajinan Tradisional, Seni Lukis, Ukir/Pahat, Arsitektur, Pakaian, Aksesoris, Makanan/Minuman, Transportasi

Lokasi Karya Budaya

Deskripsi Singkat

Dalam adat istiadat Melayu Lingga dalam menghantar maskawin di zaman kerajaan Lingga-Riau ditetap dan diaturkan oleh kerajaan sesuai dengan keturunan masing-masing. Pihak bangsawan dari keturunan Sultan dan berbeda dengan keturunan dari datuk-datuk dan rakyat jelata. Perbedaan juga dari perbedaan suku, keturunan orang Bugis berbeda dengan keturunan orang dalam yakni orang melayu. Seperti keturunan Bugis mempunyai mahar mas kawin uang sebanyak 66 Ringgit sehelai kain sebentuk cincin sedangkan orang dalam uang sebanyak 44 Ringgit, sehelai kain sebentuk cincin.

Yang Dipertuan Muda Riau ke-10 Raja Muhammad Yusuf al-Ahmadi dimasanya menetapkan lagi aturan baru dengan mempertahankan sebagian besar aturan lama. Adat Istiadat ini sebagian masih dipakai oleh orang Lingga. Aturan ini hanya berlaku di masa kerajaan dan sepertinya sebagai penunjuk indentitas asal-usul orang Kerajaan Lingga-Riau. Dalam adat istiadat Melayu sehelai kain tidak bisa dilepaskan dari hantaran mahar mas kawin. Kain mahar mas kawin sesuai adat istiadat Melayu Lingga saat dihantar mempunyai lipatan khas. Lipatan kain ini disebut lipatan kain 44. Lipatan kain 44 pada dasarnya hanya sebutan orang-orang Melayu Lingga, sebenarnya tidak terdapat 44 lipatan di kain. Menurut Muhammad Ishak Thaib dd (2009)” Kain mas kawin dilipat 44 (empat puluh empat) yang diletakkan di dalam ceper perak atau tembaga yang berkaki bermakna penuh liku-liku yang harus dijalani”. Kain lipat 44 berfungsi juga untuk meletakkan uang mahar mas kawin. Menurut Muhammad Ishak Thaib dkk (2009)” Uang mahar diletakkan di dalam lipatan kain yang telah dilipat 44 lipatan, bermakna rasa tanggung jawab. Kain yang digunakan untuk lipat 44 ini biasanya kain songket, becual, bugis dsb yang masih lestari hingga saat sekarang. Makna lipat 44 ialah lika liku kehidupan, pantang larang, akhtiar dan usaha arif bijaksana dll.

 

Cara membuat :

Kain yang biasa digunakan yaitu kain becual, asam kelat.

-        Langkah pertama kain dibentang lalu pada bagian ujung kain dilipat ke bagian tengah dan lipat ujung kain pada sisi lain sehingga sisi lipatan kain kiri dan kanan bertemu ditengah sehingga menjadi 2 sisi lipatan dan membentuk persegi panjang;

-        Kemudian dilipat kembali dengan cara yang sama dari sisi yang berbeda sehingga kain membentuk persegi yang kedua sisi bertemu dititik tengah kain;

-        Lipat kedua sudut kain hingga ujungnya bertemu membentuk segitiga dan lipat ujung lainya hingga ujung kain bertemu sehingga kain membentuk persegi dengan 4 lipatan;

-        Setelah empat lipatan yang membentuk segitiga tersebut, kemudian tarik ujung lipatan segitiga sebelah kiri dengan kiri sebelah kanan dengan kanan sehingga membentuk lipatan persegi panjang dengan lipatan segitiga tadi berada didalam;

-        Lipat salah satu ujung lipat kain persegi tadi dari bawah membentuk lipatan persegi dan membentuk dua lipatan, dan tarik ujung kain pada sisi sebelahnya dari lipatan bawah hingga membentuk lipatan persegi;

-        Kain dibalik dan tarik ujung kain dari bawah seperti tadi hingga membentuk lipatan persegi panjang dengan dua lipatan persegi;

-        Tarik salah satu Ujung Kain dari tengah lipatan tadi hingga membentuk lipatan segitiga dan tarik juga sebelah sisi lainya membentuk segitiga hingga setelah dilipat kedua ujung tersebut kain membentuk tiga lapisan segitiga yang berbeda ukuran;

-        Kain dibalik kembali bagian sisi lainya dilipat kedua ujung membentuk segitiga sisi kiri dan kanan yang setelah dilipat membentuk seperti tiga cabang segitiga;

-        Kain ditarik dari bagian bawah sehingga membentuk empat lapisan dengan bentuk tiga lipatan segitiga yaitu satu  lipatan segitiga besar dan dua lipatan  segitiga kecil;

-        Kemudian kain ditarik kembali salah satu ujungnya hingga membentuk lapisan lipatan persegi dan lakukan cara yang sama pada bagian bawah kain hingga membentuk lapisan lipatan persegi;

-        Kain dilipat kembali dengan cara yang sama dengan menarik ujung kain hingga terlihat tiga bentuk lipatan segitiga;

-        Balik kain tersebut yang masih membentuk persegi, tarik salah satu ujung lipatan ke ujung depan segitia hingga terbentuk tiga bentuk lipatan segitigal, kemudian tarik lagi salah satu ujung hingga membentuk lipatan segitiga berhadapan;

-        Lipat sedikit Ujung Segitiga pada Lipatan Kain kedalam bawah lipatan dan begitu juga ujung yang satunya kedalam bawah lipatan hinga membentuk Limas;

-        Setelah itu kembali Lipat pada ujung kain yang membentuk limas tadi kebawah lipatan begitu juga dengan ujung sisi lainnya hingga menjadi lipatan persegi empat sebanyak empat lipatan;

-        Kemudian kain kembali dibalik dan lipat kedua ujung segitiga kedalam bawah sama dengan cara lipatan sebelumnya;

-        Pada akhir lipatan akan berbentuk empat lipatan kecil pada lapisan atas dan bawah sedangkan pada lipatan tengah membentuk segi empat.

 

 

 

 

Sumber / Referensi :

 

1.      JUDUL : Data Base Seni Rupa, Seni Pertunjukan dan Seni Kerajinan Kabupaten Lingga

Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga November 2018

Penyusun :

-        Prof. Dr. FirdausL.N,M.Si

-        Dr. Elmustian, MA

-        Hendri Purnomo, S.Sos

-        M.Fadlillah

-        Muhammad Hasbi

-        Lazuardy

2.      Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga

3.       https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/

Pelaku Karya Budaya

# Nama Pelaku Email Pelaku Alamat Pelaku
1 Lazuardi

Maestro 1

Nama : Lazuardy

Alamat : Daik, Lingga

Telp/Hp : 085264377740

Maestro 2

Nama : Ramlan

Alamat : Daik, Lingga

Maestro 3

Nama : Ramaita

Alamat : Daik, Lingga

Telp/Hp : 085264377740