Domain Karya Budaya
Adat Istiadat, Ritus, Perayaan Ekonomi, Organisasi, Upacara
Lokasi Karya Budaya
Deskripsi Singkat
Acara Ritual Syariful Anam adalah acara kerat/potong
rambut anak bayi yang berusia 40 hari sampai 2 tahun. Syariful artinya mulia
sedangkan anam artinya makhluk. Syariful anam adalah mengkisahkan tentang
makhluk yang paling mulia yaitu nabi Muhammad, Rasul Allah (Tuhan yang Maha Esa).
Pada saat memotong rambut anak yang berusia 40 hari (sampai usia 2 tahun)
dibacakan syair-syair yang menceritakan tentang kehidupan Nabi Muhammad
Sallallahu Alaihi Wasalam. Dengan harapan agar anak kelak mengikut hidup Nabi
Muhammad untuk mendapat safaatnya untuk selamat hidup di dunia dan di akhirat.
Acara ini adalah tradisi turun temurun adat melayu masyarakat Kabupaten Karimun
yang perlu dijaga kelestariannya.
Adapun prosesinya di awali dengan barzanji/
marawis/syarakal yang berisikan syair-syair dengan makna puji-pujian dan sejarah
kehidupan nabi yang di susun oleh orang arab bernama syaid ja’far al barzanji dalam bukunya syariful anam. Kemudian pada
bacaan - ya habibi ya
Muhammad ya arussakhofiqani- mulailah pemotongan
beberapa helai rambut, kemudian rambut dimasukkan ke dalam kelapa muda yang berisikan air kelapa dengan tujuan
membuang penyakit pada anak, selanjutnya tepuk tepung tawar di dahi ,tangan
kanan,tangan kiri dan bahu kanan yang membentuk huruf lam alif dengan menggunakan
3 macam daun (daun ribu-ribu, daun sepole dan daun sedingin) sebagai alat penepuk yang bertujuan kemanapun dia berada bisa menyesuaikan diri
atau membawa diri. Kemudian penaburan beras kunyit dengan simbol sebagai ucapan
selamat kepada bayi yang telah disahkan sebagai keluarga tersebut. Prosesi
terakhir menyuapkan bubur merah dan bubur putih yang bermakna agar si bayi bisa
menghadapi pahit dan manis hidup penuh kesabaran dan tawakal. Syariful Anam
berasal dari bahasa Arab yang artinya orang yang paling mulia, berisi Al-Barzanji/Marawis/Al-Sarakal
yaitu syair-syair dengan lantunan puji-pujian sejarah kehidupan nabi Muhammad
yang disusun oleh orang arab bernama Said Ja’far Al-Barzanji
dalam bukunya Syariful Anam. Asal Mula Sejarah Syariful Anam dibawa oleh
pedagang Arab 3 bersaudara yang merantau ke Malaysia pada tahun 1800 M.
Kemudian melanjutkan perjalanan dan menetap di wilayah Karimun Kepulauan Riau yaitu:
1. Shech Muhammad di Kundur 2. Shech Shaleh di Kundur 3. Shech Ahmad di Pl.
Parit Kecamatan Karimun Shech Ahmad inilah yang memulai memperkenalkan acara
Syariful anam di masyarakat melayu Pulau Parit pada tahun 1946, dan rutin
dilaksanakan setiap tahunnya yaitu pada tanggal 12 Rabiul awal memperingati
kelahiran Nabi Muhammad SAW, dengan acara potong atau cukur rambut bayi yang
baru lahir secara massal. Dan sampai sekarang yang melanjutkan acara Syariful
anam ini adalah cucunya yang bernama Sulaiman Syo’od (lapisan ke 3
dari keturunan Shech Ahmad).
Masyarakat Melayu Pulau Parit melaksanakan Acara
Syariful Anam di beberapa tempat, yaitu: 1. Parit 1 di mesjid Nurul Yakin pada
tanggal 12 Rabiul Awal 2. Parit 2 di mesjid Huda pada tanggal 14 Rabiul Awal 3.
Parit 3 di mesjid Syuhud pada tanggal 16 Rabiul Awal 4. Parit 4 di mesjid
Al-Jamaiyah pada tanggal 18 Rabiul Awal Acara Syariful Anam ini dilaksanakan
dari pukul 7 pagi sampai dengan waktu Asar, diisi dengan ceramah Agama selesai
Zuhur, kecuali pada tanggal 12 Rabiul Awal di masjid Nurul Yakin ceramah
diadakan ba’da isya sebagai acara puncak dari kegiatan syariful
anam ini. Adapun Rangkaian Syariful anam atau cukur rambut bayi ini adalah: -
Bacaan Al-Barzanji Pada saat pembacaan ya habibi ya muhammad ya arussakhofiqani
di mulailah pemotongan beberapa helai rambut bayi, kemudian rambut dimasukkan
ke dalam kelapa muda yang berisikan air kelapa muda dengan makna membuat penyakit pada anak, selanjutnya
tepuk tepung tawar di dahi, tangan kanan, tangan kiri dan dan bahu kanan yang
membentuk huruf lam alif dengan menggunakan 3 macam daun (daun ribu-ribu, daun
sepole dan daun sedingin) sebagai alat penepuk. Yang bermakna kemanapun dia berada
bisa menyesuaikan diri atau membawa diri. Kemudian penaburan beras kunyit dengan
simbol sebagai ucapan selamat kepada bayi yang telah di sahkan sebagai keluarga
tersebut. Prosesi terakhir menyuapkan bubur merah dan bubur putih yang bermakna
agar si bayi bisa menghadapi pahit dan manis hidup penuh
kesabaran dan tawakal
Pelaku Karya Budaya
| # | Nama Pelaku | Email Pelaku | Alamat Pelaku |
|---|---|---|---|
| 1 | Muhammad Arif Derun | Nama : Muhammad Arif Derun Alamat : Desa Parit II Kab. Karimun Maestro
1 Nama : Muhammad Rijal
Alamat : Desa Parit I Kab.
Karimun |